RESIMEN MAHASISWA UNISDA

PROFIL

RESIMEN MAHASISWA UNISDA

    Menwa Sub Satuan 961 UNISDA Lamongan didirikan pada Desember 2010. Termasuk dalam wilayah SKOMENWA “MAHASURYA” Jawa Timur, bersama dengan mahasiswa yang peduli dengan hari depan Bangsa dan Negara, berdasarkan SKB 3 menteri dan sekarang menjadi SKB 4 menteri di antaranya: Menteri Pertahanan dan Keamanan, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri dalam Negeri dan Otonomi Daerah, dan Menteri Pemuda dan Olahraga.

     Selanjutnya dikirimlah beberapa mahasiswa untuk dididik menjadi MENWA di RINDAM V/Brawijaya Malang pada bulan Februari 2011, dalam pendidikan Dasar (DIKLATSAR LXIV). Sebagai kegiatan Ektrakurikuler mahasiswa dibidang olah keprajuritan, kedisiplinan dan wawasan bela Negara dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban warga Negara dalam bela Negara, dan saat ini sedang giat-giatnya berkiprah dan meningkatkan profesionalisme juangya dalam berbagai disiplin ilmu, terutama peningkatan kualitas dan keterampilan khusus personil dalam menunjang kinerja pada satuan dengan tidak mengesampingkan perikehidupan dan dinamika kampus religi.

     MENWA Sub Satuan 861 UNISDA Lamongan merupakan wahana aktualisasi wawasan kebangsaan dalam membentuk kader pemimpin Nasional, dengan doktrin pengabdian “WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA” yang artinya penyempurnaan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan, dan “PRAJNA VIRA DHARMA CEVANA” atau memenuhi kewajiban sebagai pejuang pemikir, pemikir pejuang. Mahasiswa dalam mewujudkan hak dan kewajiban warga Negara dalam membela Negara mempersiapkan Mahasiswa yang memiliki sikap disiplin, pengetahuan, fisik dan mental agar mampu melaksanakan tugas Bela Negara dan Mempersiapkan potensi Mahasiswa sebagai bagian dari potensi rakyat dalam rangka Sishankarmata.

       MENWA adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Shisankamrata). Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan Negara yang diberikan ilmu seperti penggunaan senjata, taktik tempur, survival, terjun payung, beladiri militer, senam militer, penyamaran, navigasi darat dan sebagainya. MENWA selalu siap membantu TNI dalam mempertahankan NKRI bila dibutuhkan, kemiliteran yang melekat pada menwa bukan sebagai tolak ukur dasar bahwa Menwa identik dengan stigma militerisme atau bahkan polisi kampus. Semoga Bermanfaat.

Copyright © 2016 Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. All Right Reserved. Powered By SEVIMA.