Lamongan, 25 Juli 2025 – Eceng gondok yang selama ini kerap dipandang sebagai gulma perusak perairan, kini mendapat “nasib baru” di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan. Lewat program pelatihan pembuatan pupuk kompos “Tani Gondok” di Desa Gumantuk, Kecamatan Maduran, tanaman liar tersebut disulap menjadi sumber pupuk organik bernilai guna tinggi.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Kerja Unggulan KKN Unisda 2025 Desa Gumantuk bertema “Gulma Jadi Guna: Solusi Pintar Pertanian Ramah Lingkungan”. Kegiatan digagas mahasiswa KKN dengan arahan Dosen Pembimbing Lapangan, Syifa’ Khuriyatuz Zahro, M.Pd., sebagai respon terhadap melimpahnya eceng gondok di perairan desa yang selama ini belum dimanfaatkan optimal.
Menghadirkan praktisi budidaya aeroponik, Sayekti Nugrahaning Widi, S.P., pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Gumantuk ini diikuti oleh 55 anggota Perkumpulan Kelompok Wanita Tani (PKWT). Sayekti menjelaskan, eceng gondok memiliki kandungan nutrisi yang mampu memperkaya tanah sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan jika diolah dengan tepat.

Para peserta dengan antusias mempraktikkan setiap tahapan—mulai dari mencacah 15 kg eceng gondok, mencampurnya dengan 5 kg kotoran kambing, 10 kg dedak kasar, hingga menambahkan larutan dekomposer aktif yang terdiri dari 1 liter air, 500 ml molase, dan 500 ml EM4. Proses fermentasi selama 30 hari diperkirakan menghasilkan sekitar 25 kg pupuk kompos siap pakai.
Pendamping Pertanian Lapang Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Maduran, Zubaidah, S.P., mengapresiasi program ini. “Pelatihan seperti ini bukan hanya memberi keterampilan, tetapi juga membangun kolaborasi dan kemandirian. Ilmu baru harus kita sambut tanpa memandang usia atau latar belakang,” ujarnya. Ia optimistis, ke depan anggota PKWT bisa memproduksi pupuk kompos secara mandiri dan memasarkan hasilnya secara kolektif untuk memperkuat ekonomi kelompok.
Ketua PKK Desa Gumantuk, Sulistiyowati, S.Keb, turut memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program “Tani Gondok” hingga November 2025 bersama mahasiswa KKN Unisda, dengan melibatkan seluruh anggota PKWT.
Sejalan dengan tema besar “KKN Unisda Berdampak, Membangun Desa Mandiri”, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana dapat membawa perubahan besar. Eceng gondok yang dulu dianggap masalah kini menjadi peluang emas—meningkatkan kualitas tanah, mendukung pertanian berkelanjutan, sekaligus membuka jalan kemandirian ekonomi Desa Gumantuk.
Pengumuman
Berita Terbaru
-
Perkuat SDM Unggul, Dosen PBA Unisda Dr. Khoirotun Nikmah Resmi Menyandang Gelar Doktor
Kamis, 04 Juni 2026 09:06 am Lamongan – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Darul
-
PMB Gelombang 2 Unisda Lamongan Resmi Dibuka, Kesempatan Raih Pendidikan Unggul Masih Terbuka
Rabu, 03 Juni 2026 10:06 am Lamongan – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan kembali membuka kesempatan bagi calon
-
Tim Mahasiswa Unisda Lamongan Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi ROKAAT, Alat Peraga Edukatif Berbasis Visual Interaktif
Sabtu, 23 Mei 2026 09:05 am LAMONGAN – Prestasi membanggakan kembali
Perkuat SDM Unggul, Dosen PBA Unisda Dr. Khoirotun Nikmah Resmi Menyandang Gelar Doktor
Kamis, 04 Juni 2026 09:06 amLamongan – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Darul
PMB Gelombang 2 Unisda Lamongan Resmi Dibuka, Kesempatan Raih Pendidikan Unggul Masih Terbuka
Rabu, 03 Juni 2026 10:06 amLamongan – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan kembali membuka kesempatan bagi calon
Tim Mahasiswa Unisda Lamongan Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi ROKAAT, Alat Peraga Edukatif Berbasis Visual Interaktif
Sabtu, 23 Mei 2026 09:05 amLAMONGAN – Prestasi membanggakan kembali



