Pulau Bawean bukan hanya kaya akan pesona wisata alam, namun juga menyimpan kekayaan budaya yang tak ternilai. Salah satunya adalah batik Bawean, yang tak sekadar sehelai kain bermotif, tetapi merupakan simbol identitas budaya masyarakat lokal. Di tengah derasnya arus modernisasi, batik Bawean tetap berdiri teguh sebagai warisan leluhur yang terus dijaga dan dikembangkan.
Pada 22 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Karya Nusa Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan turut ambil bagian dalam pelestarian batik khas Bawean melalui program kerja yang berlangsung di Yayasan Penaber, salah satu pusat pengembangan batik di Bawean.
Batik Bawean memiliki motif khas yang tidak ditemukan di daerah lain, seperti tanduk rusa, ukiran dhurung, dan bunga setigi. Setiap motif mengandung filosofi dan sejarah lokal yang mencerminkan kekayaan budaya Bawean. Batik ini mulai diperkenalkan secara serius sejak tahun 2018 oleh Ibu Siti Zunaiyah Budiarti (Bu Warti) dan Bapak Bambang, pendiri Girya Batik Gresik, yang mengajarkan seni membatik kepada para santri Yayasan Penaber.

Kini, melalui tangan-tangan para santri dan dukungan mahasiswa KKN Unisda, batik Bawean semakin berkembang. Bapak Mustofa, pengasuh Pondok Pesantren Penaber, menuturkan bahwa membatik bukan sekadar aktivitas seni, melainkan juga media edukasi sejarah dan tradisi lokal bagi generasi muda.
Yayasan Penaber tidak hanya menjadi tempat produksi batik, tetapi juga destinasi wisata edukasi. Wisatawan dapat belajar langsung membuat batik dengan teknik canting dan pewarna Rhema Sol. Produk budaya lain seperti taleolong atau ikat kepala khas Bawean juga mulai dikembangkan sebagai bagian dari pelestarian budaya.
Meski menghadapi tantangan, khususnya dalam hal pemasaran dan SDM, semangat untuk mengenalkan batik Bawean tidak pernah surut. Setiap bulan Oktober, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung proses membatik sekaligus membeli produk lokal.
Keterlibatan mahasiswa KKN Unisda menjadi energi baru bagi pelestarian budaya lokal. Kehadiran mereka tidak hanya membantu dalam proses produksi, tetapi juga memperkuat promosi dan edukasi kepada masyarakat.
Mari kita kenali, cintai, dan dukung batik Bawean—karena melestarikan warisan leluhur bukan sekadar nostalgia masa lalu, tetapi juga tanggung jawab masa kini untuk generasi masa depan.
Pengumuman
Berita Terbaru
-
Perkuat SDM Unggul, Dosen PBA Unisda Dr. Khoirotun Nikmah Resmi Menyandang Gelar Doktor
Kamis, 04 Juni 2026 09:06 am Lamongan – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Darul
-
PMB Gelombang 2 Unisda Lamongan Resmi Dibuka, Kesempatan Raih Pendidikan Unggul Masih Terbuka
Rabu, 03 Juni 2026 10:06 am Lamongan – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan kembali membuka kesempatan bagi calon
-
Tim Mahasiswa Unisda Lamongan Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi ROKAAT, Alat Peraga Edukatif Berbasis Visual Interaktif
Sabtu, 23 Mei 2026 09:05 am LAMONGAN – Prestasi membanggakan kembali
Perkuat SDM Unggul, Dosen PBA Unisda Dr. Khoirotun Nikmah Resmi Menyandang Gelar Doktor
Kamis, 04 Juni 2026 09:06 amLamongan – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Darul
PMB Gelombang 2 Unisda Lamongan Resmi Dibuka, Kesempatan Raih Pendidikan Unggul Masih Terbuka
Rabu, 03 Juni 2026 10:06 amLamongan – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan kembali membuka kesempatan bagi calon
Tim Mahasiswa Unisda Lamongan Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi ROKAAT, Alat Peraga Edukatif Berbasis Visual Interaktif
Sabtu, 23 Mei 2026 09:05 amLAMONGAN – Prestasi membanggakan kembali



