Karangdayu, Bojonegoro — Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (UNISDA) 2025, mahasiswa yang ditempatkan di Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, menggelar seminar edukatif bertajuk “Bijak Mengasuh Anak di Era Teknologi Digital”. Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Juli 2025 di Balai Desa Karangdayu ini menjadi momen penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai tantangan pola asuh anak di era digital.
Seminar ini menghadirkan Ibu Winnuly, S.Pd., Gr., M.Pd. sebagai narasumber utama. Di hadapan lebih dari 50 peserta, beliau menyampaikan bahwa di tengah paparan teknologi yang semakin masif, orang tua harus mampu menjadi filter dan pembimbing utama dalam penggunaan teknologi oleh anak. “Teknologi itu seperti pisau—bermanfaat jika digunakan dengan bijak, tapi bisa membahayakan jika tanpa pendampingan,” ujarnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Gita Candra Wulan, menyatakan bahwa program ini lahir dari keprihatinan mahasiswa KKN terhadap tantangan pola asuh yang dihadapi masyarakat desa. “Banyak orang tua kesulitan mengontrol penggunaan gawai anak. Lewat seminar ini, kami ingin menyampaikan bahwa teknologi bukan musuh, melainkan alat yang perlu dikenalkan dengan cara yang tepat. Harapannya, orang tua tidak hanya membatasi, tapi juga terlibat aktif dalam dunia digital anak,” jelasnya.
Fakta dari KPAI tahun 2024 mengungkap bahwa lebih dari 70% anak usia 5–12 tahun di Indonesia menggunakan gawai setiap hari, namun hanya 25% orang tua yang aktif mengawasi isi konsumsi digital anak mereka. Data ini menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital di kalangan orang tua.
Ketua PKK Desa Karangdayu yang turut hadir dalam acara ini mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UNISDA. Menurutnya, teknologi membawa banyak manfaat, namun juga tantangan besar bagi tumbuh kembang anak. “Orang tua bukan hanya pengawas, tetapi juga teladan dan sahabat bagi anak dalam dunia digital. Pola asuh yang bijak dan edukatif adalah kunci untuk membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter,” tegasnya.
Salah satu peserta seminar pun mengungkapkan pengalamannya sebagai orang tua. “Saya sering merasa kewalahan melihat anak cepat beradaptasi dengan teknologi. Dulu saya hanya melarang, tapi sekarang saya sadar, saya perlu terlibat langsung—ikut menonton, bermain, dan berdiskusi. Ini membuka mata saya bahwa teknologi harus dikelola, bukan dihindari,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISDA 2025 membuktikan bahwa keberadaan mereka di tengah masyarakat membawa dampak positif yang nyata. Tidak hanya sekadar pengabdian, tetapi juga sebagai agen perubahan yang turut membangun kesadaran dan kapasitas keluarga dalam menghadapi tantangan zaman.
Pengumuman
Berita Terbaru
-
Perkuat SDM Unggul, Dosen PBA Unisda Dr. Khoirotun Nikmah Resmi Menyandang Gelar Doktor
Kamis, 04 Juni 2026 09:06 am Lamongan – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Darul
-
PMB Gelombang 2 Unisda Lamongan Resmi Dibuka, Kesempatan Raih Pendidikan Unggul Masih Terbuka
Rabu, 03 Juni 2026 10:06 am Lamongan – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan kembali membuka kesempatan bagi calon
-
Tim Mahasiswa Unisda Lamongan Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi ROKAAT, Alat Peraga Edukatif Berbasis Visual Interaktif
Sabtu, 23 Mei 2026 09:05 am LAMONGAN – Prestasi membanggakan kembali
Perkuat SDM Unggul, Dosen PBA Unisda Dr. Khoirotun Nikmah Resmi Menyandang Gelar Doktor
Kamis, 04 Juni 2026 09:06 amLamongan – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Darul
PMB Gelombang 2 Unisda Lamongan Resmi Dibuka, Kesempatan Raih Pendidikan Unggul Masih Terbuka
Rabu, 03 Juni 2026 10:06 amLamongan – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan kembali membuka kesempatan bagi calon
Tim Mahasiswa Unisda Lamongan Lolos Pendanaan P2MW 2026 melalui Inovasi ROKAAT, Alat Peraga Edukatif Berbasis Visual Interaktif
Sabtu, 23 Mei 2026 09:05 amLAMONGAN – Prestasi membanggakan kembali



